Pemanfaatan teknologi cerdas untuk memperkuat perlindungan lingkungan menjadi salah satu pembahasan penting dalam Rakernis Fungsi Perencanaan dan Penganggaran Polda Riau yang berlangsung pada 16–18 September 2026. Kegiatan tersebut dihadiri Kapolda Riau Irjen. Pol. Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum., para Pejabat Utama Polda Riau, Kapolres, serta tamu undangan. Dalam forum ini, Ketua KJFD Machine Learning and Knowledge Discovery (MLKD) FMIPA Universitas Riau, Assoc. Prof. Dr. Rahmad Kurniawan, ST., MIT., hadir sebagai narasumber.

Rahmad memaparkan pemanfaatan teknologi cerdas berbasis sistem pendukung keputusan yang menjadi salah satu instrumentasi impelentasi Green Policing, memadukan berbagai informasi lingkungan yang sedang dikembangkan Polda Riau. Teknologi cerdas yang disebut DGPP ini menyatukan kegiatan reforestasi penanaman pohon, restorasi mangrove, pantauan dari sejumlah satelit dengan informasi cuaca, kondisi lahan dan gambut, kualitas udara, sumber air, riwayat kejadian karhutla dan laporan hasil pemeriksaan lapangan (ground check). Informasi yang sebelumnya tersebar dapat dilihat secara lebih ringkas sehingga wilayah yang memerlukan perhatian dapat diketahui dan ditangani lebih cepat.
DGPP ini memiliki keunggulan dalam mendukung tiga tingkat pengambilan keputusan sekaligus. Misalnya ketika atensi karhutla, pada tingkat operasional, DGPP membantu menentukan lokasi yang perlu diperiksa dan mengarahkan tindakan anggota. Pada tingkat taktis, informasi tersebut membantu Kapolres mengatur patroli, personel dan kesiapan wilayah. Sementara pada tingkat strategis, data yang terkumpul menjadi dasar bagi Kapolda dan pimpinan utama dalam menetapkan kebijakan, program serta prioritas perlindungan lingkungan.
Dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan, titik panas diperlakukan sebagai petunjuk awal yang harus dipastikan melalui pemeriksaan langsung. Kemudian anggota diarahkan dapat menerima penugasan atau menemukan lokasi titik panas terdekat, kemudian menyampaikan foto, posisi, waktu, dan hasil pemeriksaan dari lapangan. Alur ini menghubungkan pemantauan, tindakan dan evaluasi dalam satu rangkaian, sekaligus membuat penggunaan personel, waktu, sarana, dan anggaran menjadi lebih efektif serta efisien.
Menurut Assoc. Prof. Dr. Rahmad Kurniawan, ST., MIT. , pengembangan tersebut menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi dapat diterapkan untuk menjawab persoalan lingkungan secara nyata. Teknologi cerdas berbasis Decision Support System yang sedang diusung Polda Riau ini diharapkan dapat mempercepat respons terhadap ancaman lingkungan, memperkuat pencegahan karhutla dan mendukung pengambilan kebijakan berbasis data menuju Riau yang lebih hijau, aman dan berkelanjutan.



