Community Engagement

Pelatihan Desain Motif dan Warna Perkuat Inovasi Batik Muara Takus

Tim Pengabdian Universitas Riau melanjutkan pendampingan UMKM Batik Muara Takus melalui pelatihan desain motif dan kombinasi warna. Kegiatan ini memperkuat inovasi produk dengan tetap mempertahankan identitas Candi Muara Takus dan kearifan lokal Kampar.

Pelatihan Desain Motif dan Warna Perkuat Inovasi Batik Muara Takus

Tim Pengabdian Universitas Riau bersama pelaku UMKM Batik Muara Takus mengikuti pelatihan desain motif dan kombinasi warna di Kabupaten Kampar

Bangkinang, Senin (28/9/2026) – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau melanjutkan program pemberdayaan UMKM Batik Muara Takus melalui pelatihan desain motif dan kombinasi warna di Kabupaten Kampar. Pelatihan ini diarahkan untuk memperkuat inovasi produk Batik Muara Takus dengan tetap mempertahankan identitas dan kearifan lokal Kampar, terutama unsur Candi Muara Takus sebagai salah satu ciri khas desain batik daerah tersebut.

Kegiatan dihadiri Ketua Tim Pengabdian Fatayat, S.Kom., M.Kom., bersama Ketua Jurusan Ilmu Komputer FMIPA Universitas Riau Tisha Melia, B.Sc., M.Sc., Ph.D., serta anggota tim Assoc. Prof. Dr. Rahmad Kurniawan, ST., MIT.; Haris Tri Saputra, M.Kom.; Finanta Okmayura, S.T., M.Kom.; Boy Sandy Dwi Nugraha H, S.T., M.Kom.; Khairni Sukmawati, S.T., M.Kom.; Lina Purwanti, S.Kom., M.Kom.; dan Chairun Nas, S.Kom., M.Kom. Dari pihak mitra, kegiatan diikuti pemilik Batik Muara Takus, Hj. Lasvita Siahaan, bersama para pengrajin dan karyawan.

Pelatihan membahas pengembangan motif, penyusunan komposisi desain hingga pemilihan kombinasi warna yang lebih variatif. Unsur Candi Muara Takus menjadi salah satu inspirasi utama yang dikembangkan bersama ragam visual khas Kampar. Peserta juga mengeksplorasi perpaduan warna agar desain yang dihasilkan tetap memiliki karakter lokal, namun lebih fleksibel untuk diterapkan pada berbagai produk dan mengikuti selera konsumen.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan dan pemetaan kebutuhan Batik Muara Takus yang dilakukan tim Universitas Riau pada Juli 2026. 

Hasil pemetaan menunjukkan perlunya pendampingan yang tidak hanya menyentuh aspek pemasaran, tetapi juga memperkuat produk sejak tahap desain dan produksi. Inovasi motif dan warna menjadi penting karena produk yang memiliki identitas visual kuat akan lebih mudah dikembangkan dalam katalog, foto produk, konten media sosial, serta pemasaran melalui kanal digital.

Program bertajuk “Pemberdayaan UMKM Batik Muara Takus Kabupaten Kampar melalui Inovasi Teknologi Produksi dan Digital Marketing Berbasis Kearifan Lokal” menjadi tahapan dalam proses pendampingan. Penguatan desain, teknologi produksi dan pemasaran digital diharapkan dapat memperluas pasar Batik Muara Takus sekaligus menjadikan produk tersebut sebagai media untuk memperkenalkan Candi Muara Takus dan kekayaan budaya Kabupaten Kampar kepada masyarakat yang lebih luas.