Pelatihan Desain Motif dan Warna Perkuat Inovasi Batik Muara Takus
Tim Pengabdian Universitas Riau melanjutkan pendampingan UMKM Batik Muara Takus melalui pelatihan desain motif dan kombinasi warna. Kegiatan ini memperkuat inovasi produk dengan tetap mempertahankan identitas Candi Muara Takus dan kearifan lokal Kampar.

Tim Pengabdian Universitas Riau bersama pelaku UMKM Batik Muara Takus mengikuti pelatihan desain motif dan kombinasi warna di Kabupaten Kampar
Kegiatan dihadiri Ketua Tim Pengabdian Fatayat, S.Kom., M.Kom., bersama Ketua Jurusan Ilmu Komputer FMIPA Universitas Riau Tisha Melia, B.Sc., M.Sc., Ph.D., serta anggota tim Assoc. Prof. Dr. Rahmad Kurniawan, ST., MIT.; Haris Tri Saputra, M.Kom.; Finanta Okmayura, S.T., M.Kom.; Boy Sandy Dwi Nugraha H, S.T., M.Kom.; Khairni Sukmawati, S.T., M.Kom.; Lina Purwanti, S.Kom., M.Kom.; dan Chairun Nas, S.Kom., M.Kom. Dari pihak mitra, kegiatan diikuti pemilik Batik Muara Takus, Hj. Lasvita Siahaan, bersama para pengrajin dan karyawan.
Pelatihan membahas pengembangan motif, penyusunan komposisi desain hingga pemilihan kombinasi warna yang lebih variatif. Unsur Candi Muara Takus menjadi salah satu inspirasi utama yang dikembangkan bersama ragam visual khas Kampar. Peserta juga mengeksplorasi perpaduan warna agar desain yang dihasilkan tetap memiliki karakter lokal, namun lebih fleksibel untuk diterapkan pada berbagai produk dan mengikuti selera konsumen.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan dan pemetaan kebutuhan Batik Muara Takus yang dilakukan tim Universitas Riau pada Juli 2026.
Hasil pemetaan menunjukkan perlunya pendampingan yang tidak hanya menyentuh aspek pemasaran, tetapi juga memperkuat produk sejak tahap desain dan produksi. Inovasi motif dan warna menjadi penting karena produk yang memiliki identitas visual kuat akan lebih mudah dikembangkan dalam katalog, foto produk, konten media sosial, serta pemasaran melalui kanal digital.
Program bertajuk “Pemberdayaan UMKM Batik Muara Takus Kabupaten Kampar melalui Inovasi Teknologi Produksi dan Digital Marketing Berbasis Kearifan Lokal” menjadi tahapan dalam proses pendampingan. Penguatan desain, teknologi produksi dan pemasaran digital diharapkan dapat memperluas pasar Batik Muara Takus sekaligus menjadikan produk tersebut sebagai media untuk memperkenalkan Candi Muara Takus dan kekayaan budaya Kabupaten Kampar kepada masyarakat yang lebih luas.


