Kelompok Jabatan Fungsional Dosen: Machine Learning and Knowledge Discovery (KJFD MLKD) terus memperkuat kontribusinya dalam mitigasi kebakaran hutan dan lahan melalui pengembangan Kampar Karhutla Watch (KKW). Penelitian yang diusung oleh Ketua KJFD MLKD, Assoc. Prof. Dr. Rahmad Kurniawan, ST., MIT., dan tim MLKD bersama BPBD Kabupaten Kampar ini akan memanfaatkan Himawari-9 sebagai sumber pemantauan satelit tambahan.
Himawari-9 memiliki keunggulan berupa pengamatan wilayah yang diperbarui dalam interval sekitar 10 menit, sehingga indikasi panas dan perubahan kondisi lingkungan dapat diketahui lebih cepat. Data ini melengkapi NASA yang menggunakan sensor MODIS dan VIIRS untuk menyediakan informasi titik panas hampir secara waktu nyata dengan cakupan luas dan ketelitian lokasi yang baik. Integrasi keduanya diharapkan membuat KKW dapat menyajikan pemantauan yang lebih cepat, lengkap, dan saling melengkapi.

“Dalam ujicoba lokal secara terbatas pada 1 Agustus 2026 pukul 02.20 WIB, KKW berhasil mencatat satu indikasi panas Level 1 dari Himawari-9/AHI di sekitar Buluh Nipis, Kabupaten Kampar. Tentunya temuan ini belum dapat langsung dinyatakan sebagai kebakaran, tetapi menjadi sinyal awal yang perlu diperiksa lebih lanjut. KKW kemudian menyandingkannya dengan data NASA, cuaca, kualitas udara dan prakiraan hujan agar BPBD Kampar memperoleh informasi yang lebih lengkap untuk menentukan langkah kewaspadaan,” jelas Assoc. Prof. Dr. Rahmad Kurniawan, ST., MIT. Inovasi ini menunjukkan kontribusi nyata riset MLKD dalam membantu menjaga Kabupaten Kampar dari ancaman karhutla.
------------
MLKD Research Strengthens Kampar Karhutla Watch with Himawari-9 Satellite Data
The Machine Learning and Knowledge Discovery Functional Lecturer Group (KJFD MLKD) continues to strengthen its contribution to forest and land fire mitigation through the development of Kampar Karhutla Watch (KKW). The research, led by the Chair of KJFD MLKD, Assoc. Prof. Dr. Rahmad Kurniawan, ST., MIT., in collaboration with the Kampar Regency Disaster Management Agency (BPBD Kampar), now incorporates Himawari-9 as an additional satellite monitoring source.
Himawari-9 provides regional observations at intervals of approximately 10 minutes, enabling faster identification of heat indications and changing environmental conditions. Its data complement NASA FIRMS, which uses MODIS and VIIRS sensors to provide near-real-time hotspot information with broad coverage and good spatial accuracy. Combining these sources allows KKW to deliver faster, more comprehensive, and mutually supporting monitoring information.
“On August 1, 2026, at 2:20 a.m. WIB, when KKW recorded a single Level 1 heat indication from Himawari-9/AHI near Buluh Nipis, Kampar Regency. This finding does not immediately confirm that a fire has occurred, but it provides an early signal that requires further verification. KKW then combines it with NASA data, weather conditions, air quality, and rainfall forecasts to provide BPBD Kampar with more comprehensive information for preparedness and decision-making,” explained Assoc. Prof. Dr. Rahmad Kurniawan, ST., MIT., Chair of KJFD MLKD. This innovation demonstrates MLKD’s tangible research contribution to helping protect Kampar Regency from forest and land fire threats.



